Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Waspada, Lubang Hitam Monster Ada di Mana Saja!

Gambar
Hubble telah memberikan bukti kuat atas eksistensi lubang hitam supemasif dengan massa setara jutaan hingga miliaran massa Matahari di sebagian besar pusat galaksi. Selain itu, teleskop antariksa besutan NASA ini juga menemukan lubang hitam hampir di setiap galaksi yang terkait erat dengan ukuran galaksi. Sensus Hubble terhadap galaksi di alam semesta menunjukkan massa lubang hitam sangat dipengaruhi oleh massa tonjolan pusat galaksi induk. Semakin besar ukuran galaksi, semakin besar pula ukuran lubang hitam di pusat galaksi. Fakta ini mungkin bisa menjadi bukti lubang hitam yang tumbuh seiring sejarah evolusi galaksi induk dengan mengakresi sebagian kecil dari massa total galaksi. Hubble juga memberikan para astronom pemandangan pertama terhadap piringan akresi, atau cakram datar material yang mengelilingi lubang hitam, termasuk gambar terperinci dari partikel jet subatomik yang dipancarkan mendekati kecepatan cahaya dan ditenagai oleh lubang hitam. Kredit: Karl Gebhardt (Universitas ...

Dari Awan Debu dan Gas ke Cakram Protoplanet

Gambar
Bintang yang baru dilahirkan layaknya “bayi” yang menangis keras, menyemburkan partikel jet ganas berupa material yang dipercepat secara magnetis saat memperoleh suplai makanan dari gas dan debu yang mengitarinya. Seperti adonan pizza yang diratakan saat diputar oleh koki, material gas dan debu kemudian mengembun menjadi cakram datar. Putaran “adonan pizza” sangat tergantung pada bagaimana awan kosmik runtuh. Arah putaran akan tetap sama seumur hidup sistem, kecuali terganggu oleh interaksi dengan sistem bintang lain yang berada cukup dekat. Sekitar 100.000 tahun, ketebalan awan kosmik mulai menipis, sehingga dua struktur berbeda mulai terlihat, bintang yang baru dilahirkan beserta cakram luas debu dan gas. “Cemilan” Planet Komposisi seluruh sistem masih didominasi hidrogen dan helium, dengan rasio 100:1 dibandingkan gas dan debu pada cakram.  Debu yang mengandung unsur-unsur seperti karbon dan besi, sangat dibutuhkan untuk membentuk planet. “Pada dasarnya, planet adalah remah-rema...

Caldwell 7

Gambar
Kredit: NASA, ESA, A.V. Filippenko (Universitas California, Berkeley), P. Challis (Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian) dkk. Galaksi spiral redup berwarna biru yang dihiasi bintik-bintik berupa area gas mirip bunga berwarna merah dan filamen-filamen butiran debu gelap ini adalah Caldwell 7, atau NGC 2403. Awan galaksi terang dengan rona kemerah-merahan di Caldwell 7 adalah wilayah energik kelahiran bintang yang disebut H II. Di wilayah yang luas dan panas di mana molekul hidrogen terionisasi, gas bermuatan dapat membentuk ribuan bintang selama beberapa juta tahun. Setiap bintang panas yang baru dilahirkan, memancarkan cahaya ultraviolet intens yang selanjutnya mengionisasi hidrogen di sekitarnya. Dengan diameter membentang sekitar 80.000 tahun cahaya, Caldwell 7 cukup populer di kalangan para pemburu supernova  pada tahun 2004 , setelah  galaksi ini “menggelar” acara kosmik ledakan dahsyat supernova paling terang selama lebih dari satu dekade terakhir. Diberi kode SN 2004dj,...

13 Cara Ekstrem untuk Menemukan Peradaban Ekstraterrestrial

Gambar
Ilustrasi sistem planet yang mengorbit bintang katai merah Gliese 581 . Planet lima kali lipat massa Bumi yang terlihat sebagai latar depan, terletak di zona layak huni bintang. Kredit gambar: ESA Di mana mereka? Kita seharusnya sudah dipelajari, dimusnahkan, terasimilasi, terinfeksi, diserang atau diculik, bukan? Paradoks Fermi menggambarkan minimnya bukti transmisi peradaban asing (alien) cerdas dari semua bintang dan galaksi di alam semesta. Mungkin kita pernah berpikir ras alien cerdas akan mencoba melakukan kontak dengan kita. Entah kita berada di daftar “jangan dihubungi” antarbintang, atau justru kita adalah spesies paling maju, bahkan satu-satunya peradaban di alam semesta. Pencarian kehidupan di luar Bumi adalah salah satu upaya paling kompleks yang dilakukan oleh umat manusia sebagai satu spesies. Karena kehidupan lain di luar Bumi belum pernah ditemukan, upaya pencarian kehidupan ekstraterestrial berakal budi (SETI) adalah yang tersulit. Namun pencarian terus berlanjut dan ...

Warisan Sains Berharga Teleskop Antariksa Spitzer NASA

Gambar
Ilustrasi Teleskop Antariksa Spitzer NASA. Kredit: NASA/JPL-Caltech NASA sedang merayakan warisan sains berharga yang ditinggalkan oleh Teleskop Antariksa Spitzer, satu dari tiga Observatorium Besar yang telah mempelajari alam semesta dalam spektrum cahaya inframerah selama lebih dari 16 tahun. Misi Spitzer akan berakhir pada tanggal 30 Januari 2020. Diluncurkan pada tahun 2003, Spitzer telah mengungkap fitur-fitur kosmik tersembunyi yang mengarah pada penemuan dan wawasan baru, membentang dari tata surya kita sendiri hingga hampir ke ujung alam semesta. “Spitzer telah mengajarkan kepada kita tentang betapa pentingnya cahaya inframerah untuk memahami alam semesta, baik di lingkungan kosmik lokal maupun di galaksi-galaksi terjauh,” kata Paul Hertz, Direktur Astrofisika di Markas Besar NASA. “Kemajuan yang akan kita capai di bidang astrofisika adalah karena warisan berharga yang ditinggalkan Spitzer.” Spitzer dirancang untuk mempelajari benda langit “dingin, tua dan berdebu,” tiga hal ya...